Cari

Rabu, 16 Januari 2013

3 Pesilat MP Juara 1



Kembali Merpati Putih cabang Lombok Timur mengikuti kejuaraan antar pelajar se-kabupaten Lombok Timur dalam rangka menyambut hari ulang tahun pondok pesantren NW Praida Kroya yang dilaksanakan pada tanggal 2 s/d 4 Januari 2013. Kejuraan antar perguruan ini diikuti oleh 5 perguruan dengan 10 kelas yang dipertandingkan. Dari 18 atlit yang dibawa oleh cabang lombok timur, 9 diantaranya berhasil membawa pulang trofi dengan rincian 3 mendali emas, 2 perak, dan 4 perunggu. Namun karena kejuaraan ini bertajuk antar sekolah, maka perhitungan mendali berdasarkan utusan sekolah. Alhasil MA Yastaqiem Pengadangan meraih juara Umum kedua setelah berhasil membawa pulang 2 mendali emas 0 perak dan 1 prunggu. Kalah saing dengan tuan rumah MA Praida Kroya yang memperoleh 2 Emas, 1 Perak dan 3 Prunggu.







Daftar Peraih Mendali
1. Rohaniatun - MA Yastaqiem Pengadangan (Juara 1 Kelas A Remaja Putri)
2. Kiniati - MA Yastaqiem Pengadangan (Juara 1 Kelas B Remaja Putri)
3. Deli Fartika - MTsN Masbagik (Juara 1 Kelas C Remaja Putri)
4. Sahrul - SMK NW Anjani (Juara 2 Kelas C Remaja Putra)
5. Listiani - SD-SMP Satap 1 Pringgasela (Juara 2 Kelas B Remaja Putri)
6. Khalid Gazali - SMPN 1 Pringgasela (Juara 3 Kelas B Remaja Putra)
7. Haoli - SD-SMP Satap 1 Pringgasela (Juara 3 Kelas D Remaja Putra)
8. Ismawani -  MTsN Masbagik (Juara 3 Kelas B Remaja Putri)
9. Vendais Kencana Ayu -  MA Yastaqiem Pengadangan (Juara 3 Kelas C Remaja Putri)





Ini adalah awal yang bagus untuk meraih prestasi selanjutnya di tahun 2013 ini. bagi yang belum maupun yang telah meraih prestassi, kami berharap kalian tetap semangat untuk latihan guna meraih prestasi yang jauh lebih tinggi. Jangan cepat berpuas diri. Masih banyak even lain untuk berprestasi.

Tetap Semangat dan salam perguruan....

Minggu, 02 Desember 2012

JUARA UMUM LAGI



Pengda MP NTB kembali mengadakan event 2 tahunan yang di selenggarakan pada tanggal 22 s/d 25 Nopember 2012 di kota Mataram, sejumlah kelompok latihan se Nusa Tenggara Barat bergabung dalam acara Kejurlatda NTB 2012. Cabang lombok Timur khususnya Kolat Pengadangan mengusung misi membawa pulang trofi juara umum yang di pegang lombok barat (juara bertahan). Sejumlah persiapan pun dilakukan. Latihan yang keras siang malamm setiap hari pun ligelar. Tanpa rasa capek dan jenuh, seluruh atlit tetap semangat untuk latihan demi mendapatkan prestasi yang se tinggi2nya. Jatuh, Sakit, Kseleo, Luka, berdarah, bonyok, biru2 bahkan sampai pingsan terbayar sudah dengan berhasilnya Lombok Timur Khususnya Kolat Pengadangan membawa pulang Pridikat Juara Umum dengan perolehan 6 emas, 3 perak dan 4 prunggu. Disulul Kolat SMK 3 Selong (Lombok Timur)juara umum dua dengan 3 emas, 0 perak, 2 prunggu dan SMA 2 Selong (Lombok Timur)juara umum tiga dengan 3 emas, 0 perak, 0 prunggu. Ditambah dengan Juara Favorit dan Pesilat Terbaik Putri yang berasal dari cabang Lombok Timur. Sungguh suatu prestasi yang membanggakan melihat prestasi dan perjuangan Anak-anak Lotim dalam meraih prestasi. Smoga prestasi ini bisa menjadi inspirasi bagi anggota MP yang lain untuk lebih giat lagi dalam latihan. Dan bagi yang telah meraih prestas,, ini bukan ujung dari perjuangan kalian. Jangan cepat beerbangga diri. Ingat Merpati Putih selalu menunduk. Masih banyak prestasi yang lebih tinggi yang bisa kalian raih. Tetap latihan, tetap Semangaaattttt!!!!!!! 













Cerita Dibalik Kesuksesan MP Lombok Timur

Banyak hal tak terduga selama tahun 2012 ini. termasuk dua kali tampil sebagai juara umun di dua event berbeda. geliat MP Kolat pengadangan muncul ketika salah seorang pesilat dari Pengadangan meraih juara Dua pada kelas A remaja putra (Sahril Sabirin) pada turnamen pencak silat yang di selenggarakan di Anjani. Sahril kembali membawa nama MP lombok timur berjaya pada turnamen antar perguruan yang di selenggarakan di LPWN Selong dengan membawa predikan juara 1 kelas B remaja putra dan meraih Juara 3 Kelas B remaja Putra Pada Popda NTB di mataram. Dari itu, termotivasilah anggota2 MP yang lain untuk bisa meraih prestasi melalui pencak silat. Berbagai bentuk latihan pun di gelar. porsi latihan ditambah dan sparing lintas perguruan pun sering dilakukan. Ucapan terimakasih yang setinggi-tinginya kami sampaikan kepada Pembina dan Pelatih perguruan Naga Merah, Naga Sakti, Singa Putih dan Elang Merah yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk Latihan bersama.
Setelah menjadi Juara Umum pada turnamen pencak silat antar perguruan se kab. lombok timur, MP Lombok timur kembali mengusung misi membawa pulang Trofi juara umum pada turnamen Kejurlatda yang dilaksanakan di mataram. Motivasi berlipat di tunjukkan oleh para pesilat dengan tidak henti2nya berlatih. Jatuh, Sakit, Kseleo, Luka, berdarah, bonyok, biru2, pingsan bahkan sampai ada yang tulang lututnya lepas pada saat latihan bukan menjadi hambatan mereka dalam latihan. (Semoga lekas sembuh saudara kami Ilham Lazuardi Kolat Pringgasela yang tulang lututnya sempat lepas saat latihan).







Kenangan Tak Terlupakan Selama Kejurlatda

Banyak hal yang tak bisa dilupakan selama mengikuti kejurlatda 2012 kemarin. Mulai dari kisah sedih, gembira, lucu, konyol, susah bercampur jadi satu. Mulai dari sebelum berangkat yang mana sang pembina pontang-panting mencari sumber dana, sampai di Mataram bingung mencari tempat tinggal (bawa tenda tapi tidak di izinkan menginap di gedung pertandingan) untunglah kami di selamatkan oleh mas Agus yang bersedia menampun kontingen kami di rumahnya. Trimakasih mas Agus atas bantunnya. Makan seadanya (Nasi Balap tiap hari). Expresi kegembiraan disaat menang masih terbayang jelas, ekpresi kesedihan tatkala kalah, kcewa membaur menjadi satu,,, tawa canda yang tak terlupakan, kisah2 konyol yang membuat kami tak bisa berhenti tertawa. Solidaritas yang tinggi para pesilat pada kawan yang sakit menjadi semangat yang luar biasa pada yang sakit untuk segera pulih. Sungguh pengalaman yang takkan bisa mreka lupakan.

Daftar Peraih Trofi Cabaang Lombok Timur

Kolat Pengadangan
1. Dena Warsa (Juara 1 Kelas G Dini Putra)
2. Kiniati (Juara 1 Kelas B Remaja Putri)
3. Ismawani ( Juara 1 Kelas C Remaja Putri)
4. Venda Iskencana Ayu ( Juara 1 Kelas D Remaja Putri)
5. Rona Dwi Putri ( Juara 1 Kelas A Dewasa Putri)
6. Susanto (Juara 1 Kelas A Dewasa Putra)
7. Listiani (Juara 2 Kelas B Remaja Putri)
8. Deli Fartika (Juara 2 Kelas C Remaja Putri)
9. Haoli (Juara 2 Kelas G Remaja Putra)
10. M. Reza Hanapi (Juara 3 Kelas G Dini Putra)
11. Juhenah (Juara 3 Kelas A Remaja Putri)
12. Sahrul (Juara 3 Kelas C Remaja Putra)
13. Rona Dwi Putri, Deli Fartika, Amraini Utami (Juara 3 Seni Gerak Terikat)
14. Dena Warsa (Pesilat Favorit)

Kolat SMKN 3 Selong
1. Haris Tri Ariadi Jamal (Juara 1 Kelas C Remaja Putra)
2. Jayadi (Juara 1 Kelas E Remaja Putra)
3. Abdul Kadir Jaelani (Juara 1 Kelas G Remaja Putra)
4. Romdan Afandi (Juara 3 Kelas F Remaja Putra)
5. Safrizal Alfarizi (Juara 3 Kelas B Dewasa Putra)

Kolat SMAN 2 Selong
1. Febrina Ulda Malingga (Juara 1 Kelas A Remaja Putri)
2. Tri Depirajianti (Juara 1 Kelas D Dewasa Putri)
3. Ahmad Bahtiar (Juara 1 Kelas B Dewasa Putra)
4. Febrina Ulda Malingga (Pesilat Terbaik Putri)

Kolat Pringgasela
1. Hurun Innajmi (Juara 3 Kelas D Remaja Putri)
2. Wahyudi (Juara 3 Kelas G Remaja Putra

Sayang sang Pelatih Gak dapet trofi,,hahahahahhahaha

Kamis, 27 September 2012

Juara Umum Kejuaraan Antar Perguruan Kabupaten Lombok Timur

"Mimpi????? Rasanya bukan,,," kata-kata yang selalu di ucapkan Atlit2 MP yang baru saja menerima pengharagaan setelah menjadi Juara umum Kejuaraan Pencak Silat Antar Perguruan tingkat remaja Se Kabupaten Lombok Timur yang di adakan oleh Pengcab IPSI Lotim bersama LPWN Juni kemarin. Rasa bangga dan terharu terpancar jelas di wajah mereka,,, "Berasal dari desa bukan berarti tidak bisa meraih prestasi..." itulah kata-kata dari mas Abdul Parjad yang tak terlupakan bagi kami.
Foto di atas bersama mas Parjad saat penerimaan Trofi. Kejuaraan ini di ikuti oleh 11 perguruan yang mana MP Lotim meraih juara umum setelah memperoleh 4 emas 2 perak dan 2 perunggu.
Kejuaraan ini dilaksanakan dalam rangka seleksi POPDA yang mana juara satu dari setiap kelas akan langsung terpilih sebagai wakil dari kab. Lotim. Dan Alhamdulillah 4 atlit MP langsung menjadi wakil Lotim pada POPDA yang berlangsung di Mataram. Para Atlit itu adalah Sahril Sabirin di kelas B putra, Trijayadi Haris di kelas C putra, Jayadi kelas F putra dan Abdul Kadir Jaelani kelas G putra dan juga salah satu pesilat MP menjadi pesilat terbaik tahun ini yaitu atas nama Sahril Sabirin.
Semoga prestasi ini dapat di tingkatkan lagi untuk tahun2 ke depan,,, ini sebagai motifasi adek2 yang baru bergabung di MP. Disini, melalui pencak silat kesempatan terbuka lebar untuk berprestasi.
Sang Official CAKEP numpang nampang,,,, hihihihihi

Minggu, 23 September 2012

Hidup Lagi

Wah Akhirnya blog ini aktif lagi setelah sekian lama tidur,, bukan karan gak mau nulis,, tapi karena masalah tehnis jadi blok ini semetara fakum,, tapi sekarang sudah aktif kembali,, mudah2han dapat memberikan informasi lagi kepada rekan2 se perguruan,,, hehehehe

Rabu, 17 Maret 2010

UJI COBA KENAIKAN TINGKAT 2010

Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) PPS Betako Merpati Putih, maka setiap anggota yang akan mengikuti UKT harus menempuh Uji Coba kenaikan tingkat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dan hasil latihan yang telah mereka lakukan sejak pertama kali masuk menjadi anggota. Peserta uji coba kali ini adalah peserta dari tingkatan Dasar I, Dasar II dan Balik I.
Pelaksanaan Uji coba ini bertempat di kolat MTsN 1 Masbagik (sesuai dengan rekomendasi Cabang Lombok Timur yang menganjurkan untuk melaksanakan uji coba di masing-masing kolat)yang rencananya akan di adakan pada:

Hari/tanggal : Minggu, 4 April 2010
Waktu : 06.30 WITA - selesai

Adapun rangkaian Uji Coba ini meliputi 2 mata ujian:

1. Ketahanan Fisik (Stamina)

Mata ujiannya berupa lari 10 km yang akan di mulai dari MA yastaqiem sampai pesanggrahan Timba Nuh dan kembali lagi ke MTsN 1 Masbagik.


2. Uji Power
untuk uji power, materinya adalah pematahan benda keras. Materinya ada tiga tingkatan (masing-masing tingkatan berbeda mata ujiannya):
A. Dasar I
2 sasaran yaitu tebangan ke bawah kiri ( 1 beton cor ) dan tebangan datar kanan ( 1 beton cor )
B. Dasar II
2 sasaran yaitu punggung siku bawah kiri ( 2 beton cor ) dan sodokan datar kanan ( 1 beton cor )
C. Balik I
3 sasaran yaitu tebangan ke bawah kiri ( 2 beton cor ), tebangan datar kanan ( 2 beton cor) dan tendangan samping kanan ( 2 beton cor)

Biaya Uji Coba:
A. Dasar I = Rp. 10.000,-
B. Dasar II = Rp. 15.000,-
C. Balik I = Rp. 30.000,-

Selasa, 23 Februari 2010

LATIHAN ALAM




Untuk membina mental dan fisik para anggota Mepati Putih, sangat perlu diadakan suatu kegiatan yang dapat memberikan suatu dorongan dan semangat anggota untuk terus berlatih. Latihan yang monoton di masing-masing kolat membuat anggota kadang-kadang merasa jenuh dan tidak bersemangat yang secara otomatis dapat menurunkan kualitas latihan. Oleh karena itu, kolat pengadangan berinisiatif untuk mengadakan latihan alam guna membangun mental dan fisik para anggotanya.




Karena bertepatan dengan tahun baru islam dan tahun baru masehi, kolat pengadangan berinisiatif untuk merayakannya sambil latihan di alam terbuka. Kegiatan ini sepenuhnya didukung oleh pihak sekolah dan para orang tua anggota karena kegiatan ini dinilai positif, daripada dibiarkan bebas merayakan sendiri karena kita tahu bahwa banyak sekali penyimpangan-penyimpangan dalam merayakan tahun baru yang dikhawatirkan bisa merugikan para aggota tersebut.




Kegiatan ini dilaksanakan pada hari sabtu dan minggu tanggal 2-3 Januari di pantai Transat Lombok Timur. Kegiatan pokok acara ini yaitu keakraban sesama anggota sambil menceritakan seluk-beluk dari Merpati Putih. Pada tengah malam, ada renungan malamnya juga dan paginya seluruh anggota latihan di tepi pantai.
Pada awalnya, rencana pelaksanaan kegiatan ini berlokasi di pantai LANUD Rambang dengan setting para anggota jalan kaki dari Pengadangan menuju lokasi latihan alam. Namun karena kekurangan tenaga pembina dan juga bertepatan dengan acara para Guru dan Pegawai sekolah yang di adakan di Transat, maka diputuskanlah untuk gabung dengan para Guru dan pegawai guna memudahkan dalam pengawasan.




Kegiatan ini mendapatkan apresiasi yang sangat luar biasa oleh para anggota. Terlihat mereka tidak merasa lelah ataupun jenuh walapun diberi porsi latihan yang lebih banyak dan berat dari biasanya. Senyum dan tawa mereka dalam latihan dipantai seolah memberikan tenaga baru yang secara terus-menerus terisi. Walaupun acara ini tergolong sederhana dengan segala keterbatasan, namun kami anggap acara ini berjalan dengan lancar, aman dan sukses.



Terlihat senyum tawa senang mas irsan (pembina kolat pengadangan sekarang) saat latihan bersama anggota MP Pengadangan.

Rabu, 27 Januari 2010

Materi AD/ART Merpati Putih (Materi Tulis)



1. PROFIL PPS BETAKO MERPATI PUTIH
o Nama : Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong MERPATI PUTIH
o Tanggal berdiri : 2 April 1963 di Yogyakarta
o Motto Perguruan : Sumbangsihku Tak Seberapa Namun Keikhlasanku Nyata
o Nama Pendiri Aliran : Sampeyan Dalem Inkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pangeran Prabu Mangkurat Ingkang Jumeneng Ing Kartosuro
o Nama Guru Besar saat ini : Mas Poerwoto Hadi Poernomo (Mas Pung)
o FALSAFAH MERPATI PUTIH: Mersudi Patitising Tindak Pusakane Titising Hening yang berarti “Mencari sampai mendapat kebenaran dengan keheningan ” atau dapat berarti pula “Mencari sampai mendapatkan suatu titisan kedamaian lahir batin, akan segala tindakan yang terpuji, untuk bekal / pusaka ketentraman selama hidup di dunia”
o TRY-PRASETIA Perguruan :
1) Taat dan Percaya Kepada Tuhan Yang Maha Esa
2) Mengabdi dan berbakti pada Nusa, Bangsa dan Negara Republik Indonesia
3) Setia dan Taat Kepada Perguruan

2. LATAR BELAKANG PEMBENTUKAN
Latar belakang didirikannya PPS Betako Merpati Putih adalah hasil pengamatan Sang Guru, Saring Hadi Poernomo pada awal tahun 1960-an yang prihatin terhadap perkembangan kehidupan generasi muda yang terkotak-kotak membentuk kelompok-kelompok yang mencerminkan rapuhnya persatuan dan kesatuan bangsa. Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 adalah milik bangsa Indonesia, oleh karena itu setiap warga negara Indonesia mempunyai tanggung jawab, hak, dan kewajiban yang sama dalam melestarikan kehidupan bangsa dan mencapai tujuan negara. Seni budaya Indonesia yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dibina dan dikembangkan guna memperkuat penghayatan dan pengamalan Pancasila, kepribadian bangsa, mempertebal harga diri dan kebanggaan nasional serta memperkokoh jiwa persatuan. Atas dasar hal tersebut tergerak hati nurani beliau untuk berbuat sesuatu demi kecintaannya pada nusa, bangsa, dan negara. Sumbangsih beliau hanya didasari keyakinan bahwa “sikap dan perbuatan sekecil apapun, apabila dilandasi oleh itikad baik pasti akan ada hasilnya”. Keyakinan tersebut hingga kini menjadi semboyan perguruan yaitu: SUMBANGSIHKU TAK SEBERAPA NAMUN KEIKHLASANKU NYATA. Kemudian Sang guru memberikan amanat sebagai berikut : “Saat ini aku merasa ada harapan mampu mewariskan ilmu-ilmu yang kumiliki ini kepadamu. Akan tetapi bukan berarti sampai disini saja tujuannya. Dan mulai saat ini pula kita harus memberanikan dari mengamalkan ilmu tersebut demi kepentingan masyarakat banyak. Artinya, ilmu ini tidak hanya diturunkan kepada keluarga saja, melainkan dikembangkan juga untuk kepentingan masyarakat. kembangkanlah untuk kepentingan Nasional. Amalkan untuk kepentingan Nusa, Bangsa dan Negara Republik Indonesia. Sebab dengan cara kita berusaha mengembangkan budaya bangsa, sama artinya kita mempertahankan identitas bangsa. Karena budaya adalah salah satu unsur perwujudan kepribadian bangsa. Pencak silat sebagai alah raga bela diri besar manfaat dan faedahnya dalam pembentukan diri dan pribadi. “Diri melihat bentuk fisik, yang artinya kondisi fisik sehat, sedang pribadi, dilihat dari segi penampilan, sikap budi, yang lebih cenderung disebut : sikap mental dan moral” Empat sikap watak dan prilaku yang menjadi banyak orang belajar pencak silat : * Akan menumbuhkan rasa jujur dan welas asih. * Menumbuhkan rasa percaya pada diri sendiri sebab didasarkan pada kemampuan yang dimikliki diri pribadi. * Dalam mempelajari pencak silat akan mendalami masalah keserasian dan keselarasan gerak, dan hal ini terwujud dalam sikap serta penampilannya sehari-hari. * Bagi pesilat yang benar-benar menghayati apa yang didapatkan dari sistem pelajaran akan menimbulkan ketakwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa. Kepribadian yang kuat, memahami hidup dalam kehidupan”
Berdasarkan amanat Sang Guru, kedua pewaris yang juga puteranya, yaitu Poerwoto Hadi Poernomo (Mas Pung) dan Budi Santoso Hadi Poernomo (Mas Budi Alm.)bertekad mengambil langkah nyata dalam pengabdian kepada bangsa dan negara Republik Indonesia dengan mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu yang dimiliki keluarga untuk kepentingan nasional.
Atas berkat dan rakhmat dari Tuhan pada tanggal 2 April 1963 di Yogyakarta, kedua pewaris membentuk Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong MERPATI PUTIH dengan filosofi MERSUDI PATITISING TINDAK PUSAKANE TITISING HENING, yang secara harafiah berarti “Mencari sampai mendapat tindakan yang benar dalam ketenangan”. Pada periode 1995-1998 ini Ketua umum organisasi PPS BETAKO Merpati Putih adalah Letjen TNI (Purn) Solihin GP, sedangkan Dewan Pembinanya adalah Bapak Surono, Bapak Tjokropranolo, Bapak Sugiarto, Bapak Ismail Saleh, SH., Bapak Ir. Azwar Anas, Bapak Ir. Hartarto, dan Bapak Eddy M. Nalapraya. hingga kini PPS BETAKO Merpati Putih mempunyai kurang lebih 35 cabang dengan kolat (kelompok latihan) sebanyak 415 buah (menurut data tahun 1993) yang tersebar di seluruh Nusantara dan saat ini mempunyai anggota sebanyak satu juta orang lulusan serta yang masih aktif sekitar 100 ribu orang dan tersebar di seluruh Indonesia.

3. SEJARAH PERGURUAN
Perguruan Pencak Silat Beladiri tangan Kosong (BETAKO) Merpati putih merupakan warisan budaya peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia yang pada awalnya merupakan ilmu beladiri rahasia keraton yang diwariskan secara turun menurun, sehingga rakyat jelata tidak diperbolehkan untuk mempelajari. Konon Pangeran Diponogoro pernah diwarisi ilmu ini. Namun pada akhirnya atas wasiat Sang Guru (Saring Hadi Poernomo grat X) ilmu Merpati Putih diperkenankan disebarluaskan dengan maksud untuk ditumbuh kembangkan agar berguna bagi bangsa dan negara.
Awalnya aliran ini dimiliki oleh Sampeyan Dalem Inkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pangeran Prabu Mangkurat Ingkang Jumeneng Ing Kartosuro atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pangeran Prabu Amangkurat II atau Sunan Tegal Wangi atau Sunan Tegal Arum kemudian ke BPH Adiwidjojo (Grat I). Karena kondisi yang ditimbulkan oleh penjajah Kolonial Belanda pada saat itu, Pangeran Prabu Amangkurat II mengadakan pengungsian didaerah Bagelen (wilayah terpencil di Yogyakarta). Bersama cicit perempuannya yaitu R.A. Nyi Djojo Redjoso (Grat III).
Disela-sela kesibukkannya dalam memikirkan, mengatur situasi kenegaraan (kerajaan) beliau sempat membimbing, menggembleng serta mengawasi cicitnya dalam menekuni ilmu beladiri. Kemudian R.A Nyi Djojo Redjoso dikaruniai 3 orang anak laki-laki, mereka adalah Gagak Seto, Gagak Handoko dan Gagak Samudro. Kepada dan lewat ketiga putranya inilah ilmu bela diri diwariskan. Gagak Samudro diwariskan ilmu pengobatan, sedangkan Gagak Seto ilmu Sastra. Dan untuk seni beladiri diturunkan kepada Gagak Handoko. Konon karena kondisi saat itu, 3 saudara ini tercerai berai karena kondisi penjajahan kolonial pada saat itu. Kabarnya Raden Gagak Seto melarikan diri kearah timur dan Raden Gagak Samudro lari kearah barat sedangkan Raden Gagak Handoko masih tetap berdomisili di daerah Yogyakarta. Semasa pelariannya mereka mendirikan perguruan yaitu : -Gagak Samodra, mendirikan perguruan di Gunung Jeruk (Peg. Menoreh) -Gagak Handoko, mendirikan perguruan di daerah Bagelen, yang akhirnya pindah ke daerah utara P. Jawa. -Gagak Seto, mendirikan perguruan di daerah sekitar Magelang (Jawa Bagian Tengah). Lewat Raden Gagak Handoko inilah garis sejarah warisan Ilmu (sekarang kita kenal sebagai “Merpati Putih” tidak terputus. Namun Gagak Handoko mengerti bahwa ajaran perguruan tersebut sebenarnya kurang lengkap, maka beliau tidak segera mengembangkan / menurunkan kepada keturunannya, akan tetapi berusaha keras menelaah dan menjabarkan ilmu tersebut lalu menuangkan dalam gerakan silat dan tenaga tersimpan yang ada di naluri suci.
Tidak berhenti di situ saja, beliau juga berusaha mencari kelengkapannya, yaitu dari aliran Gagak Samodra dan Gagak seto. Akan tetapi beliau belum berhasil menemukan langsung, hanya naluri beliau, bahwa dua aliran yang punya materi sama tersebut mengembangkan ilmu di daerah pantai utara P. Jawa dan bagian tengah P. Jawa Konon suatu ketika Gagak Handoko pergi mengembara di daerah timur Pulau Jawa melalui / menyelusuri Pantai Selatan hingga sampai di daerah Gunung kelud dengan tujuan mempelajari dan mengetahui keadaan daerah, disamping itu juga mencari dua saudaranya yang terpisah.
Di dalam pengembaraannya, beliau menyamar sebagai Ki Bagus Kerto. Sebelum beliau mengembara, Perguruan Gagak Handoko yang didirikan di Gunung Jeruk telah berkembang dengan cepat. Dan sepulang dari pengembaraannya, dimana beliau tidak berhasil menemukan dua saudaranya, maka beliau melanjutkan pengembangan perguruan yang telah lama ditinggalkan. Beliau sadar akan usia ketuaannya yang tidak sanggup lagi melanjutkan pengembangannya, maka beliau memberi mandat penuh dan amanat kepada keturunannya yang pada silsilah termasuk dalam Grat V, yaitu R. Bongso permono ing Ngulakan Wates, untuk melanjutkan perkembangan perguruan. Dan setelah Gagak Handoko menyerahkan tumpuk kepemimpinan perguruan beliau lalu pergi menyepi/bertapa hingga sampai meninggalnya di Gunung Jeruk.
Dalam kepemimpinan R. Bongso Permono, perkembangan perguruan semakin suram/mundur, R. bongso Permono sadar akan keadaan itu. Maka setelah menurunkan ilmunya kepada keturunannya, beliau mengikuti jejak ayahnya mencari kesempurnaan. Keturunannya itu bernama R.M. Wongso Widjojo. Pada masa kepemimpinan R.M. Wongso Widjojo, perguruan juga tidak dapat berkembang seperti yang diharapkan ayahnya, oleh karena tidak mempunyai keturunan, maka beliau mengambil murid yang kebetulan dalam keluarga masih ada hubungan cucu yang bernama R. Saring Siswo Hadi Poernomo. Yang selanjutnya masuk dalam garis keturunan ke VII (Grat VIII).

4. SILSILAH KETURUNAN
Berikut Silsilah Turunan aliran PPS Betako Merpati Putih:
1) BPH ADIWIDJOJO: Grat-I
2) PH SINGOSARI: Grat-II
3) R Ay DJOJOREDJOSO: Grat-III
4) GAGAK HANDOKO: Grat-IV
5) RM REKSO WIDJOJO: Grat-V
6) R BONGSO DJOJO: Grat-VI
7) DJO PREMONO: Grat-VII
8) RM WONGSO DJOJO: Grat-VIII
9) KROMO MENGGOLO: Grat-IX
10) SARING HADI POERNOMO: Grat-X
11) POERWOTO HADI POERNOMO dan BUDI SANTOSO HADI POERNOMO: Grat-XI

5. ARTI DAN LAMBANG MERPATI PUTIH

o Bentuk Perisai Persegi Lima : Menggambarkan Dasar Negara Republik Indonesia yaitu Pancasila.
o Bentuk Telapak Tangan Kanan : Menggambarkan semangat perjuangan, semangat kepahlawanan, semangat pembangunan, serta semangat gotong royong yang semua dapat diartikan dengan jiwa yang teguh, berjuang dengan gagah berani untuk mencapai tujuan yang suci.
o Merpati Putih sedang terbang : Cinta akan perdamaian dan berjiwa peri kemanusiaan yang adil dan beradab.
o Tulisan Merpati Putih dengan warna putih di atas pita merah : Dapat diartikan keberanian atas dasar kesucian, merupakan singkatan dari “Mersudi Patitising Tindak Puskanae Titising Hening”
o Tulisan warna Merah ‘BETAKO’ yang di ambil dari “Beladiri Tangan Kosong”.
o Gambar pita merah bertuliskan “Merpati Putih” dengan warna putih yang merupakan singkatan dari “Mersudi Patitising Tindak Pusakane Titising Hening”, yang berarti :
• Mer-sudi : Mencari sampai mendapatkan.
• Pa-titising : Suatu titisan kedamaian lahir batin.
• Ti-ndak : Tindakan yang telah di halalkan oleh Allah.
• Pu-sakane : Sebagai bekal atau pusaka.
• Ti-tising : Insan terkasih (manusia dan segala ciptaan-Nya).
• Hening : Suci karena Allah.
 Dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih :
“Mencari sampai mendapatkan suatu titisan kedamaian lahir batin, akan segala tindakan yang terpuji, untuk bekal atau pusaka ketentraman hidup di dunia sebagai insan suci ciptaan Tuhan Yang Maha Esa”.
 Secara singkat dapat diartikan : “Mencari sampai mendapat tindakan yang benar dengan ketenangan.”

6. TINGKATAN DALAM MERPATI PUTIH
Dalam perguruan merpati putih, tinggkatan di bagi menjadi 12 tingkatan yaitu:
1) Dasar Satu : Dilambangkan dengan sabuk berwarna putih Polos
2) Dasar Dua : Dilambangkan dengan sabuk berwarna merah Polos dan bedge IPSI di dada sebelah kanan serta bedge Merpati Putih di dada sebelah kiri.
3) Balik Satu : Dilambangkan dengan sabuk berwarna merah dengan tanda Bedge di ujung sabuk.
4) Balik Dua : Dilambangkan dengan sabuk berwarna merah dengan tanda Bedge di ujung sabuk dan pita (strip) berwarna merah di atasnya.
5) Kombinasi Satu : Dilambangkan dengan sabuk berwarna merah dengan tanda Bedge di ujung sabuk dan pita (strip) berwarna jingga/orange di atasnya
6) Kombinasi Dua : Dilambangkan dengan sabuk berwarna merah dengan tanda Bedge di ujung sabuk dan pita (strip) berwarna kuning di atasnya
7) Khusus Satu : Dilambangkan dengan sabuk berwarna merah dengan tanda Bedge di ujung sabuk dan pita (strip) berwarna hijau di atasnya
8) Khusus Dua : Dilambangkan dengan sabuk berwarna merah dengan tanda Bedge di ujung sabuk dan pita berwarna biru di atasnya
9) Khusus Tiga : Dilambangkan dengan sabuk berwarna merah dengan tanda Bedge di ujung sabuk dan pita (strip) berwarna nila di atasnya
10) Penyegaran : Dilambangkan dengan sabuk berwarna merah dengan tanda Bedge di ujung sabuk dan pita (strip) berwarna ungu di atasnya
11) Inti Satu : Dilambangkan dengan sabuk berwarna merah dengan tanda Bedge di ujung sabuk dan pita (strip) berwarna putih di atasnya
12) Inti Dua : Dilambangkan dengan sabuk berwarna merah dengan tanda Bedge di ujung sabuk dan pita (strip) berwarna merah putih di atasnya


7. AMANAT SANG GURU
Amanat Sang Guru, seorang Anggota Merpati putih haruslah mengemban amanat Sang Guru yaitu :
1) Memiliki rasa jujur dan welas asih
2) Percaya pada diri sendiri
3) Keserasian dan keselarasan dalam penampilan sehari-hari
4) Menghayati dan mengamalkan sikap itu agar menimbulkan Ketaqwaan kepada Tuhan YME.
TRY-PRASETIA atau yang lebih dikenal sebagai Janji Anggota adalah janji yang harus diucapkan oleh setiap anggota yang menunjukkan tekad mereka akan sebuah kesepakatan. Keterikatan dan peran serta baik pribadi maupun bersama dengan anggota lain adalah suatu konsensus, yang meliputi :
1) Taat dan Percaya Kepada Tuhan Yang Maha Esa
2) Mengabdi dan berbakti pada Nusa, Bangsa dan Negara Republik Indonesia
3) Setia dan Taat Kepada Perguruan