Cari

Rabu, 27 Januari 2010

Materi AD/ART Merpati Putih (Materi Tulis)



1. PROFIL PPS BETAKO MERPATI PUTIH
o Nama : Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong MERPATI PUTIH
o Tanggal berdiri : 2 April 1963 di Yogyakarta
o Motto Perguruan : Sumbangsihku Tak Seberapa Namun Keikhlasanku Nyata
o Nama Pendiri Aliran : Sampeyan Dalem Inkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pangeran Prabu Mangkurat Ingkang Jumeneng Ing Kartosuro
o Nama Guru Besar saat ini : Mas Poerwoto Hadi Poernomo (Mas Pung)
o FALSAFAH MERPATI PUTIH: Mersudi Patitising Tindak Pusakane Titising Hening yang berarti “Mencari sampai mendapat kebenaran dengan keheningan ” atau dapat berarti pula “Mencari sampai mendapatkan suatu titisan kedamaian lahir batin, akan segala tindakan yang terpuji, untuk bekal / pusaka ketentraman selama hidup di dunia”
o TRY-PRASETIA Perguruan :
1) Taat dan Percaya Kepada Tuhan Yang Maha Esa
2) Mengabdi dan berbakti pada Nusa, Bangsa dan Negara Republik Indonesia
3) Setia dan Taat Kepada Perguruan

2. LATAR BELAKANG PEMBENTUKAN
Latar belakang didirikannya PPS Betako Merpati Putih adalah hasil pengamatan Sang Guru, Saring Hadi Poernomo pada awal tahun 1960-an yang prihatin terhadap perkembangan kehidupan generasi muda yang terkotak-kotak membentuk kelompok-kelompok yang mencerminkan rapuhnya persatuan dan kesatuan bangsa. Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 adalah milik bangsa Indonesia, oleh karena itu setiap warga negara Indonesia mempunyai tanggung jawab, hak, dan kewajiban yang sama dalam melestarikan kehidupan bangsa dan mencapai tujuan negara. Seni budaya Indonesia yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dibina dan dikembangkan guna memperkuat penghayatan dan pengamalan Pancasila, kepribadian bangsa, mempertebal harga diri dan kebanggaan nasional serta memperkokoh jiwa persatuan. Atas dasar hal tersebut tergerak hati nurani beliau untuk berbuat sesuatu demi kecintaannya pada nusa, bangsa, dan negara. Sumbangsih beliau hanya didasari keyakinan bahwa “sikap dan perbuatan sekecil apapun, apabila dilandasi oleh itikad baik pasti akan ada hasilnya”. Keyakinan tersebut hingga kini menjadi semboyan perguruan yaitu: SUMBANGSIHKU TAK SEBERAPA NAMUN KEIKHLASANKU NYATA. Kemudian Sang guru memberikan amanat sebagai berikut : “Saat ini aku merasa ada harapan mampu mewariskan ilmu-ilmu yang kumiliki ini kepadamu. Akan tetapi bukan berarti sampai disini saja tujuannya. Dan mulai saat ini pula kita harus memberanikan dari mengamalkan ilmu tersebut demi kepentingan masyarakat banyak. Artinya, ilmu ini tidak hanya diturunkan kepada keluarga saja, melainkan dikembangkan juga untuk kepentingan masyarakat. kembangkanlah untuk kepentingan Nasional. Amalkan untuk kepentingan Nusa, Bangsa dan Negara Republik Indonesia. Sebab dengan cara kita berusaha mengembangkan budaya bangsa, sama artinya kita mempertahankan identitas bangsa. Karena budaya adalah salah satu unsur perwujudan kepribadian bangsa. Pencak silat sebagai alah raga bela diri besar manfaat dan faedahnya dalam pembentukan diri dan pribadi. “Diri melihat bentuk fisik, yang artinya kondisi fisik sehat, sedang pribadi, dilihat dari segi penampilan, sikap budi, yang lebih cenderung disebut : sikap mental dan moral” Empat sikap watak dan prilaku yang menjadi banyak orang belajar pencak silat : * Akan menumbuhkan rasa jujur dan welas asih. * Menumbuhkan rasa percaya pada diri sendiri sebab didasarkan pada kemampuan yang dimikliki diri pribadi. * Dalam mempelajari pencak silat akan mendalami masalah keserasian dan keselarasan gerak, dan hal ini terwujud dalam sikap serta penampilannya sehari-hari. * Bagi pesilat yang benar-benar menghayati apa yang didapatkan dari sistem pelajaran akan menimbulkan ketakwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa. Kepribadian yang kuat, memahami hidup dalam kehidupan”
Berdasarkan amanat Sang Guru, kedua pewaris yang juga puteranya, yaitu Poerwoto Hadi Poernomo (Mas Pung) dan Budi Santoso Hadi Poernomo (Mas Budi Alm.)bertekad mengambil langkah nyata dalam pengabdian kepada bangsa dan negara Republik Indonesia dengan mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu yang dimiliki keluarga untuk kepentingan nasional.
Atas berkat dan rakhmat dari Tuhan pada tanggal 2 April 1963 di Yogyakarta, kedua pewaris membentuk Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong MERPATI PUTIH dengan filosofi MERSUDI PATITISING TINDAK PUSAKANE TITISING HENING, yang secara harafiah berarti “Mencari sampai mendapat tindakan yang benar dalam ketenangan”. Pada periode 1995-1998 ini Ketua umum organisasi PPS BETAKO Merpati Putih adalah Letjen TNI (Purn) Solihin GP, sedangkan Dewan Pembinanya adalah Bapak Surono, Bapak Tjokropranolo, Bapak Sugiarto, Bapak Ismail Saleh, SH., Bapak Ir. Azwar Anas, Bapak Ir. Hartarto, dan Bapak Eddy M. Nalapraya. hingga kini PPS BETAKO Merpati Putih mempunyai kurang lebih 35 cabang dengan kolat (kelompok latihan) sebanyak 415 buah (menurut data tahun 1993) yang tersebar di seluruh Nusantara dan saat ini mempunyai anggota sebanyak satu juta orang lulusan serta yang masih aktif sekitar 100 ribu orang dan tersebar di seluruh Indonesia.

3. SEJARAH PERGURUAN
Perguruan Pencak Silat Beladiri tangan Kosong (BETAKO) Merpati putih merupakan warisan budaya peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia yang pada awalnya merupakan ilmu beladiri rahasia keraton yang diwariskan secara turun menurun, sehingga rakyat jelata tidak diperbolehkan untuk mempelajari. Konon Pangeran Diponogoro pernah diwarisi ilmu ini. Namun pada akhirnya atas wasiat Sang Guru (Saring Hadi Poernomo grat X) ilmu Merpati Putih diperkenankan disebarluaskan dengan maksud untuk ditumbuh kembangkan agar berguna bagi bangsa dan negara.
Awalnya aliran ini dimiliki oleh Sampeyan Dalem Inkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pangeran Prabu Mangkurat Ingkang Jumeneng Ing Kartosuro atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pangeran Prabu Amangkurat II atau Sunan Tegal Wangi atau Sunan Tegal Arum kemudian ke BPH Adiwidjojo (Grat I). Karena kondisi yang ditimbulkan oleh penjajah Kolonial Belanda pada saat itu, Pangeran Prabu Amangkurat II mengadakan pengungsian didaerah Bagelen (wilayah terpencil di Yogyakarta). Bersama cicit perempuannya yaitu R.A. Nyi Djojo Redjoso (Grat III).
Disela-sela kesibukkannya dalam memikirkan, mengatur situasi kenegaraan (kerajaan) beliau sempat membimbing, menggembleng serta mengawasi cicitnya dalam menekuni ilmu beladiri. Kemudian R.A Nyi Djojo Redjoso dikaruniai 3 orang anak laki-laki, mereka adalah Gagak Seto, Gagak Handoko dan Gagak Samudro. Kepada dan lewat ketiga putranya inilah ilmu bela diri diwariskan. Gagak Samudro diwariskan ilmu pengobatan, sedangkan Gagak Seto ilmu Sastra. Dan untuk seni beladiri diturunkan kepada Gagak Handoko. Konon karena kondisi saat itu, 3 saudara ini tercerai berai karena kondisi penjajahan kolonial pada saat itu. Kabarnya Raden Gagak Seto melarikan diri kearah timur dan Raden Gagak Samudro lari kearah barat sedangkan Raden Gagak Handoko masih tetap berdomisili di daerah Yogyakarta. Semasa pelariannya mereka mendirikan perguruan yaitu : -Gagak Samodra, mendirikan perguruan di Gunung Jeruk (Peg. Menoreh) -Gagak Handoko, mendirikan perguruan di daerah Bagelen, yang akhirnya pindah ke daerah utara P. Jawa. -Gagak Seto, mendirikan perguruan di daerah sekitar Magelang (Jawa Bagian Tengah). Lewat Raden Gagak Handoko inilah garis sejarah warisan Ilmu (sekarang kita kenal sebagai “Merpati Putih” tidak terputus. Namun Gagak Handoko mengerti bahwa ajaran perguruan tersebut sebenarnya kurang lengkap, maka beliau tidak segera mengembangkan / menurunkan kepada keturunannya, akan tetapi berusaha keras menelaah dan menjabarkan ilmu tersebut lalu menuangkan dalam gerakan silat dan tenaga tersimpan yang ada di naluri suci.
Tidak berhenti di situ saja, beliau juga berusaha mencari kelengkapannya, yaitu dari aliran Gagak Samodra dan Gagak seto. Akan tetapi beliau belum berhasil menemukan langsung, hanya naluri beliau, bahwa dua aliran yang punya materi sama tersebut mengembangkan ilmu di daerah pantai utara P. Jawa dan bagian tengah P. Jawa Konon suatu ketika Gagak Handoko pergi mengembara di daerah timur Pulau Jawa melalui / menyelusuri Pantai Selatan hingga sampai di daerah Gunung kelud dengan tujuan mempelajari dan mengetahui keadaan daerah, disamping itu juga mencari dua saudaranya yang terpisah.
Di dalam pengembaraannya, beliau menyamar sebagai Ki Bagus Kerto. Sebelum beliau mengembara, Perguruan Gagak Handoko yang didirikan di Gunung Jeruk telah berkembang dengan cepat. Dan sepulang dari pengembaraannya, dimana beliau tidak berhasil menemukan dua saudaranya, maka beliau melanjutkan pengembangan perguruan yang telah lama ditinggalkan. Beliau sadar akan usia ketuaannya yang tidak sanggup lagi melanjutkan pengembangannya, maka beliau memberi mandat penuh dan amanat kepada keturunannya yang pada silsilah termasuk dalam Grat V, yaitu R. Bongso permono ing Ngulakan Wates, untuk melanjutkan perkembangan perguruan. Dan setelah Gagak Handoko menyerahkan tumpuk kepemimpinan perguruan beliau lalu pergi menyepi/bertapa hingga sampai meninggalnya di Gunung Jeruk.
Dalam kepemimpinan R. Bongso Permono, perkembangan perguruan semakin suram/mundur, R. bongso Permono sadar akan keadaan itu. Maka setelah menurunkan ilmunya kepada keturunannya, beliau mengikuti jejak ayahnya mencari kesempurnaan. Keturunannya itu bernama R.M. Wongso Widjojo. Pada masa kepemimpinan R.M. Wongso Widjojo, perguruan juga tidak dapat berkembang seperti yang diharapkan ayahnya, oleh karena tidak mempunyai keturunan, maka beliau mengambil murid yang kebetulan dalam keluarga masih ada hubungan cucu yang bernama R. Saring Siswo Hadi Poernomo. Yang selanjutnya masuk dalam garis keturunan ke VII (Grat VIII).

4. SILSILAH KETURUNAN
Berikut Silsilah Turunan aliran PPS Betako Merpati Putih:
1) BPH ADIWIDJOJO: Grat-I
2) PH SINGOSARI: Grat-II
3) R Ay DJOJOREDJOSO: Grat-III
4) GAGAK HANDOKO: Grat-IV
5) RM REKSO WIDJOJO: Grat-V
6) R BONGSO DJOJO: Grat-VI
7) DJO PREMONO: Grat-VII
8) RM WONGSO DJOJO: Grat-VIII
9) KROMO MENGGOLO: Grat-IX
10) SARING HADI POERNOMO: Grat-X
11) POERWOTO HADI POERNOMO dan BUDI SANTOSO HADI POERNOMO: Grat-XI

5. ARTI DAN LAMBANG MERPATI PUTIH

o Bentuk Perisai Persegi Lima : Menggambarkan Dasar Negara Republik Indonesia yaitu Pancasila.
o Bentuk Telapak Tangan Kanan : Menggambarkan semangat perjuangan, semangat kepahlawanan, semangat pembangunan, serta semangat gotong royong yang semua dapat diartikan dengan jiwa yang teguh, berjuang dengan gagah berani untuk mencapai tujuan yang suci.
o Merpati Putih sedang terbang : Cinta akan perdamaian dan berjiwa peri kemanusiaan yang adil dan beradab.
o Tulisan Merpati Putih dengan warna putih di atas pita merah : Dapat diartikan keberanian atas dasar kesucian, merupakan singkatan dari “Mersudi Patitising Tindak Puskanae Titising Hening”
o Tulisan warna Merah ‘BETAKO’ yang di ambil dari “Beladiri Tangan Kosong”.
o Gambar pita merah bertuliskan “Merpati Putih” dengan warna putih yang merupakan singkatan dari “Mersudi Patitising Tindak Pusakane Titising Hening”, yang berarti :
• Mer-sudi : Mencari sampai mendapatkan.
• Pa-titising : Suatu titisan kedamaian lahir batin.
• Ti-ndak : Tindakan yang telah di halalkan oleh Allah.
• Pu-sakane : Sebagai bekal atau pusaka.
• Ti-tising : Insan terkasih (manusia dan segala ciptaan-Nya).
• Hening : Suci karena Allah.
 Dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih :
“Mencari sampai mendapatkan suatu titisan kedamaian lahir batin, akan segala tindakan yang terpuji, untuk bekal atau pusaka ketentraman hidup di dunia sebagai insan suci ciptaan Tuhan Yang Maha Esa”.
 Secara singkat dapat diartikan : “Mencari sampai mendapat tindakan yang benar dengan ketenangan.”

6. TINGKATAN DALAM MERPATI PUTIH
Dalam perguruan merpati putih, tinggkatan di bagi menjadi 12 tingkatan yaitu:
1) Dasar Satu : Dilambangkan dengan sabuk berwarna putih Polos
2) Dasar Dua : Dilambangkan dengan sabuk berwarna merah Polos dan bedge IPSI di dada sebelah kanan serta bedge Merpati Putih di dada sebelah kiri.
3) Balik Satu : Dilambangkan dengan sabuk berwarna merah dengan tanda Bedge di ujung sabuk.
4) Balik Dua : Dilambangkan dengan sabuk berwarna merah dengan tanda Bedge di ujung sabuk dan pita (strip) berwarna merah di atasnya.
5) Kombinasi Satu : Dilambangkan dengan sabuk berwarna merah dengan tanda Bedge di ujung sabuk dan pita (strip) berwarna jingga/orange di atasnya
6) Kombinasi Dua : Dilambangkan dengan sabuk berwarna merah dengan tanda Bedge di ujung sabuk dan pita (strip) berwarna kuning di atasnya
7) Khusus Satu : Dilambangkan dengan sabuk berwarna merah dengan tanda Bedge di ujung sabuk dan pita (strip) berwarna hijau di atasnya
8) Khusus Dua : Dilambangkan dengan sabuk berwarna merah dengan tanda Bedge di ujung sabuk dan pita berwarna biru di atasnya
9) Khusus Tiga : Dilambangkan dengan sabuk berwarna merah dengan tanda Bedge di ujung sabuk dan pita (strip) berwarna nila di atasnya
10) Penyegaran : Dilambangkan dengan sabuk berwarna merah dengan tanda Bedge di ujung sabuk dan pita (strip) berwarna ungu di atasnya
11) Inti Satu : Dilambangkan dengan sabuk berwarna merah dengan tanda Bedge di ujung sabuk dan pita (strip) berwarna putih di atasnya
12) Inti Dua : Dilambangkan dengan sabuk berwarna merah dengan tanda Bedge di ujung sabuk dan pita (strip) berwarna merah putih di atasnya


7. AMANAT SANG GURU
Amanat Sang Guru, seorang Anggota Merpati putih haruslah mengemban amanat Sang Guru yaitu :
1) Memiliki rasa jujur dan welas asih
2) Percaya pada diri sendiri
3) Keserasian dan keselarasan dalam penampilan sehari-hari
4) Menghayati dan mengamalkan sikap itu agar menimbulkan Ketaqwaan kepada Tuhan YME.
TRY-PRASETIA atau yang lebih dikenal sebagai Janji Anggota adalah janji yang harus diucapkan oleh setiap anggota yang menunjukkan tekad mereka akan sebuah kesepakatan. Keterikatan dan peran serta baik pribadi maupun bersama dengan anggota lain adalah suatu konsensus, yang meliputi :
1) Taat dan Percaya Kepada Tuhan Yang Maha Esa
2) Mengabdi dan berbakti pada Nusa, Bangsa dan Negara Republik Indonesia
3) Setia dan Taat Kepada Perguruan

Materi Dasar Merpati Putih

MATERI DASAR SATU
TATA GERAK
Gerak Dasar :
1. Sikap Siap
2. Sikap Sempurna
3. Duduk Sempurna
4. Kembali Sikap Sempurna
5. Kuda2 sedang
6. Kuda2 Rendah
7. Leyek Depan
8. Leyek Belakang
9. Pancer
Gerak Tangan Tangkisan (2 hitungan):
1. Tangkisan Atas
2. Tepakan Atas
3. Tangkisan Bawah
4. Tepakan Bawah
5. Potongan
6. Ayunan
Gerak Tangan Serangan (3 hitungan):
1. Pukulan Datar
2. Pukulan Silang
3. Sodokan Atas
4. Sodokan Datar
5. Sodokan Melingkar
6. Tebangan Datar
7. Tebangan Bawah
8. Tebasan Datar
9. Sodokan Silang
10. Totokan
11. Sabetan
12. Ujung Siku Datar
Gerak Kaki Serangan (2 hitungan) :
1. Tendangan Depan
2. Tendangan Belakang
3. Tendangan Samping
4. Tendangan Sabit
5. Pengkalan
Gerak Langkah :
1. Kanan Kuda2 Depan
2. Kiri Kuda2 Depan
3. Melangkah Maju
4. Melangkah Mundur
5. Ganti Langkah
6. Kembali Kuda2 Rendah
7. Maju Kesamping
8. Srimpet
9. Hadap Kanan
10. Maju Simpir
11. Hadap Kiri
12. Mundur Simpir
Gerak Praktis :
1. Mundur tangkisan bawah tangkisan atas pukulan silang, maju tendangan depan.
2. Mundur ke samping tepakan dua atas, maju tebasan datar sodokan silang
Gerak Terikat :
1. Maju samping tangkisan atas pukulan silang, maju tendangan samping.
2. Hadap kiri pancer, srimpet potongan maju tebasan datar sodokan silang.
3. Balik hadap ujung siku datar maju tendangan depan.
4. Hadap kanan mundur simpir tangkisan bawah maju tendangan samping, putar badan maju tendangan belakang.
5. Melangkah maju ayunan hadap kiri maju ke samping tepakan dua atas, maju ujung siku datar maju tendangan sabit.
6. Hadap kiri srimpet totokan, maju tebangan bawah.
Rangkaian Gerak Berpasangan Dasar I :
1. A (Orang Pertama)
1. Maju tendangan depan, sodokan silang.
2. Mundur samping, hadap kiri tendangan sabit (kanan), sodokan melingkar, hadap kiri leyek depan tepakan dua atas.
3. Maju ujung siku datar, putar badan tendangan belakang, roll depan.
2. B (Orang Kedua)
1. Maju samping, tangkisan bawah, leyek depan potongan.
2. Maju tebasan datar, hadap kiri maju samping tepakan dua bawah, leyek belakang, pukulan silang.
3. Mundur samping tepakan dua atas, maju simpir putar badan leyek belakang, tendangan samping.
Tangkap Kunci 1 :
1. Dengan menggeser kaki kiri secukupnya, tangan kiri menangkap tangan lawan yang sedang menyerang pada pergelangan tangannya. Ibu jari menekan punggung kepalan tangan lawan kemudian diangkat dan diplintir ke arah kiri.
2. Lakukan sodokan melingkar dengan tangan kanan ke arah rahang/ dagu lawan
3. Hentakkan siku tangan kanan kita ke lekukan siku tangan kanan lawan ke arah bawah.
4. Sambil terus menekan, telapak tangan kita melingkar ke bawah dan mencengkeram dada/ leher lawan.
5. Mendorong cengkeraman kita ke arah kiri, bersamaan menginjak lekukan lutut kaki kanan lawan.
==================================================================
MATERI DASAR DUA
TATA GERAK
Gerak Dasar :
1. Sikap Hormat Sesama Anggota
Gerak Tangan Tangkisan (2 hitungan):
1. Tangkisan Silang Atas,
2. Tangkisan Silang Bawah
3. Ujung Siku Bawah
4. Ujung Siku Atas
5. Tangkisan Punggung Siku
6. Sautan
7. Tarik Tampar Siku
8. Patah Tebu,
Gerak Tangan Serangan (3 hitungan):
1. Keprukan
2. Ujung Siku Atas
3. Punggung Siku Datar
4. Sabetan
Gerak Kaki Serangan(2 hitungan) :
1. Gamparan Atas
2. Gamparan Bawah
3. Sirkel Atas
4. Sirkel Bawah
5. Jlontrotan
6. Trap
7. Gajulan
Gerak Langkah :
1. Potong Langkah
2. Geser Depan
3. Geser Belakang
4. Maju Silang
5. Mundur Silang
Gerak Praktis :
1. Maju simpir ayunan maju keprukan sodokan atas, mundur ke samping punggung siku datar tangkisan atas pukulan silang.
2. Mundur ujung siku bawah srimpet patah tebu, maju tendangan samping, (putar badan) tangkisan atas maju tendangan belakang
Gerak Terikat :
1. Maju samping tangkisan atas sodokan datar, ganti langkah mundur tangkisan silang atas maju tendangan depan.
2. Geser depan ujung siku bawah putar badan tendangan belakang, maju silang tangkisan bawah, putar badan geser kaki sabetan sodokan atas (berubah arah), maju gajulan tendangan samping, jlontrotan, sirkel bawah.
3. Mundur simpir tangkisan atas mundur leyek belakang tangkisan bawah, mundur ke samping tangkisan punggung siku bawah, maju keprukan sodokan atas.
4. Maju simpir tepakan dua atas, melangkah mundur tarik tampar siku maju tendangan sabit maju tebangan bawah, maju ujung siku datar.
5. Geser belakang balik hadap keprukan sodokan melingkar (berubah arah), tendangan samping.
Rangkaian Gerak Berpasangan Dasar II :
1. Orang Pertama (A)
1) Maju pukulan datar, leyek belakang (condong belakang),, leyek depan tepakan dua bawah.
2) Maju keprukan, leyek depan tangkisan punggung siku, pancer (kanan).
3) Jlontrotan (kanan), jatuhan samping (kena sirkel), langsung berdiri (kanan depan).
4) Maju sodokan silang, maju ke samping (lengan putar ke dalam, siku ditekuk), maju simpir, tangan kiri ambil bawah lutut depan lawan, maju jatuhkan lawan.
2. Orang Kedua (B)
1) Maju samping potongan, maju tebasan datar, tendangan sabit.
2) Maju simpir putar badan, sabetan (kaki digeser menyesuaikan), tendangan sabit.
3) Mundur simpir, melangkah mundur, geser belakang, sirkel bawah (langsung berdiri, kanan kuda-kuda depan).
4) Maju samping tangkisan atas, tarik tampar siku (kaki kanan tarik ke belakang), teknik jatuh belakang.
Tangkap Kunci 2 :
1. Dengan menggeser kaki kiri secukupnya, tangan kiri menangkap tangan lawan yang sedang menyerang pada pergelangan tangannya. Ibu jari menekan punggung kepalan tangan lawan kemudian diangkat dan diplintir ke arah kiri.
2. Lakukan sodokan melingkar dengan tangan kanan ke arah rusuknya.
3. Tangan kanan kita melingkar ke atas melalui bagian belakang punggung tangan kanan lawan, kemudian dengan menggunakan bagian lengan dalam tangan kanan kita, kita hantam/ patahkan lekukan siku dalam tangan kanan lawan.
4. Tangan kanan kita, kita geser sehingga memegang pergelangan tangan kanan kiri kita yang sedang mencengkeram, kemudian menekan tangan kanan lawan yang terkunci ke arah kiri/ belakang.
5. Kaki kanan kita, kita injakkan ke lekukan lutut kanan lawan sambil meneruskan tekanan kedua tangan kita terhadap tangan lawan, sehingga terjungkal ke belakang.
Tangkap Kunci 3 :
1. Dengan menggeser kaki kiri secukupnya, tangan kiri menangkap tangan lawan yang sedang menyerang pada pergelangannya. Ibu jari menekan punggung kepalan tangan lawan kemudian diangkat dan diplintir ke arah kiri.
2. Tangan kanan kita memegang pergelangan tangan kanan lawan sejajar dengan tangan kanan kita, kedua ibu jari menekan punggung kepalan tangan kanan lawan, sehingga tertekuk ke atas.
3. Kedua tangan kita menekan tangan kanan lawan ke bawah, bersamaan menggeser kaki kiri kita mundur dan menarik tangan kanan lawan yang terkunci melingkar ke kiri ke arah belakang sehingga lawan jatuh terlentang.
==================================================================
MATERI BALIK SATU
Gerak Dasar :
Gerak Kaki Serangan
1. Guntingan
2. Cecakan
Gerak Praktis Balik I :
1. Mundur simpir ujung siku bawah, mundur tangkisan bawah pukulan silang. Maju keprukan sodokan atas.
2. srimpet ayunan, pengkalan, sirkel bawah.
Gerak Terikat Balik I :
1. Mundur silang leyek belakang ayunan, maju samping putar badan sabetan, geser kaki depan sodokan atas maju punggung siku datar.
2. Maju silang putar badan tangkisan atas (berubah arah) geser belakang tangkisan punggung siku bawah, melangkah mundur patah tebu.
3. Geser depan leyek belakang potongan (berubah arah), maju tendangan sabit, sirkel atas, gamparan bawah.
4. Berdiri putar badan belakang tangkisan bawah, srimpet potongan, melangkah maju tangkap kunci I.
5. Maju simpir putar badan leyek belakang ayunan tebangan datar, sirkel bawah, mundur simpir mundur leyek belakang tangkisan bawah.
6. Mundur samping totokan, mau tangkisan atas sodokan silang, geser belakang leyek belakang tangkisan punggung siku bawah, maju tendangan sabit.
Rangkaian Gerak Berpasangan Balik I :
1. Orang pertama (A)
1. Maju samping tebangan datar (kanan) tangkisan atas (kiri), ganti leyek, tebangan datar (kiri) tangkisan atas (kanan).
2. Pegang tangan kiri lawan, kait siku kiri lawan (dengan tangan kiri), tangan kiri memegang pergelangan tangan kanan (tangkap kunci 2), lakukan tangkap kunci 2, teknik jatuhan belakang, tendangan depan, berdiri kanan kuda-kuda depan.
3. Loncat maju tendangan depan (kanan), jlontrotan (kanan), kanan kuda-kuda depan.
4. Putar badan tendangan belakang, maju simpir putar badan (sambil menunduk), maju leyek belakang tangkisan punggung siku.
5. Maju simpir, putar badan sabetan.
2. Orang kedua (B)
1. Maju samping tebangan datar (kanan) tangkisan atas (kiri), ganti leyek, tebangan datar (kiri), tangkisan atas (kanan).
2. Pelepasan tangkap kunci 2 (badan merendah, kaki kanan maju simpir putar badan, tangan kanan sautan ke kaki depan lawan, kaki kiri geser kedepan sambil jatuhkan lawan), mundur, siap kanan kuda-kuda depan.
3. Melangkah mundur tangkisan silang bawah, maju simpir ayunan, hadap kanan maju tebangan bawah kanan.
4. Maju silang tangkisan bawah, putar badan sabetan, geser kaki depan, hadap kanan tendangan sabit.
5. Leyek depan tepakan dua atas, tangan kanan lawan dipegang, lakukan tangkap kunci 5 hingga penyelesaian.
Tangkap Kunci 4 s/d 6
Pelepasan tangkap kunci 1 & 2
==================================================================
MATERI TINGKAT BALIK II
Gerak Praktis Balik II :
1. Mundur simpir tangkisan atas, mundur tangkisan bawah, maju tendangan sabit.
2. Mundur samping gamparan atas, sirkel atas, gamparan bawah.
Gerak Terikat Balik II :
1. Maju simpir potongan, putar badan sabetan, pengkalan sodokan melingkar.
2. leyek belakang tangkisan bawah, maju gamparan atas, putar badan maju tendangan belakang, gamparan bawah.
3. Sempok, berdiri putar badan, leyek depan potongan, maju tangkap kunci 4.
4. roll depan cecakan (kanan), guling samping, berdiri leyek belakang tepakan dua atas, punggung siku datar.
5. Potong langkah ayunan, keprukan sodokan atas, mundur simpir putar badan (geser kaki depan) tebasan datar pukulan silang, leyek belakang tangkisan atas maju guntingan.
6. Mundur simpir putar badan keprukan, maju samping tebangan datar sodokan melingkar, pancer sosrobirowo maju tebangan bawah.
Rangkaian Gerak Berpasangan Balik II :
1. Orang pertama (A)
1. Maju keprukan, leyek belakang (ganti arah leyek), tendangan samping,, maju samping leyek belakang.
2. Hadap kanan maju tangkisan atas sodokan datar, maju simpir tangkisan punggung siku, maju tangkisan atas.
3. Pancer kanan, kaki tarik ke belakang (kiri depan), jatuh kena guntingan sambil lakukan gamparan, langsung berdiri (kiri kuda-kuda depan).
4. Maju jlontrotan, geser belakang tepakan dua bawah, punggung siku, tendangan samping, teknik jatuh ke depan.
2. Orang kedua (B)
1. Geser depan, putar badan sirkel atas (3/4 putaran), maju simpir ayunan, maju sodokan melingkar.
2. Leyek depan potongan, maju pukulan silang, sodokan datar (ganti arah leyek).
3. Tendangan sabit, kaki tarik ke belakang (kanan depan), guntingan, hindari gamparan, berdiri (kiri kuda-kuda depan).
4. Geser belakang putar badan, tendangan belakang, potong langkah, tangan kanan lakukan sautan kaki lawan, kaki maju menyilang kaki lawan, tangan kiri dipunggung lawan, jatuhkan ke depan.
Tangkap Kunci 1 s/d 9

Sekilas Kolat MP Pengadangan

SEKILAS KOLAT PENGADANGAN

Kolat pengadangan adalah kolat MP tertua di Lombok Timur. Berdiri sejak tahun 1996 yang di perkenalkan oleh mas Parjad (khusus 1). Kolat yang bernaung di bawah cabang Lmbok Timut ini terletak di dataran tinggi kabupaten Lombok Timur, tepatnya di lereng gunung rinjani. Suasana yang dingin dan sejuk tidak membuat para anggota MP pengadangan malas dalam latihan.

Pada tahun pertamanya, kolat ini telah merekrut anggota lebih dari 100 orang sehingga menjadikannya organisasi terbesar di desa pengadangan pada saat itu. Namun karena kesibukan dari pelatih dan pengurus, kolat ini mengalami penurunan di awal2 tahun 2000 dan pada akhirnya kolat pengadangan ini vakum selama beberapa tahun.

Walaupun Kolat pengadangan ini fakum selama beberapa tahun akibat kekurangan tenaga pelatih, kini kolat pengadangan bangkit lagi dan menjadi salah satu kolat yang di segani di Lombok timur dan NTB pada umumnya. Dirintis kembali oleh mas Irsan (balik II) yang dibantu oleh mas Subki (balik II) dan mas Opik (balik II). Pada mulanya mas irsan melihat bahwa di desa pengadangan telah terjadi pengelompokan2 pemuda yang kegiatanya meresahkan warga. Oleh karena itu sekiranya perlu ada wadah untuk para pemuda dalam menyalurkan kreatifitasnya. Salah satunya adalah bela diri pencak silat. Melihat potensi yang ada di desa pengadangan, mas irsan akhirnya berinisiatif untuk membuka kembali kolat pengadangan yang telah lama tertidur. Setelah menyelesaikan studinya di Jogjakarta, akhirnya mas irsan dengan segenap kemampuannya berusaha menghidupkan kembali kolat pengadangan ini yang di bantu oleh mas subki dan mas opik. Akhinya dengan segala keterbatasan yang ada kolat ini resmi di buka kembali pada tahun 2008 silam dengan jumlah anggota pada awalnya mencapai 150 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok latihan. Satu di MTs. N 1 Masbagik dan satu lagi di SMP satu atap timbanuh dengan pembagian jadual rabu dan minggu sore di MTs dan selasa & Jum’at sore di SMP satu atap.

Sebagai langkah awal dalam mempromosikan MP di pengadangan, akhirnya Cabang lombok timur menyetujui kegiatan uji coba secabang lombok timur di adakan di kolat pengadangan (Timba Nuh) yang alhamdulillah dilaksanakan pada tanggal 1 maret 2009 dan telah berjalan dengan rancar dan sukses dan disusul dengan rangkaian UKT secabang lombok timur yang di adakan di kantor desa pengadangan.